Dag Dig Dug
Diantara kegundahan hati menjelang hari H
Seperti yg diceritakan oleh Mr.Z
Semua isi hatiku selama ini yang terbersit dan ditulis kelembar - lembar usang untuk renungan
Diantara kegundahan hati menjelang hari H
Seperti yg diceritakan oleh Mr.Z
Ha..ha…rasanya aku pingin tertawa saja begitu mengetahui banyak rekan – rekan ku yang menanyakan apa status massage di YMku. Intan, pagi – pagi sekali sudah connect ke aku dan menuliskan “kenapa kau bang?.Begitu juga kak leni ketika membaca kata – kata itu.”Akhirnya aku menyerah”,itu tulisan yang aku buat .Padahal sebenarnya itu status YM ku malam kemarin. Hari itu aku mendapat shift malam. Sekitar jam 20.00 wib aku tak dapat lagi menahan rasa kantuknya yang makin menjadi – jadi saja. Berulang – ulang sudah aku mencuci wajahku dengan pergi ke rest room. Mungkin kalau aku hitung sudah lima kali aku bolak – balik. Hingga pada akhirnya sambil menjawab pertanyaan dari pelanggan aku membuat status massage di YM menjadi kata “Akhirnya aku menyerah”.Sebenarnya ada dua alasan mengapa aku membuat kata – kata itu. Yang pertama ya… itu tadi. Dan yang kedua, kebetulan beberapa hari sebelum itu, akan diadakan acara “Halal bin Halal” kelompok nasyid yang beranggotakan beberapa orang dari rekan kerja mengisi acara. Mereka meminta aku ikut membantu , padahal aku tidak begitu ahli dalam memainkan alat music, hanya sekedar bisa. Ada beberapa alternative memang yang kami fikirkan, namun akhirnya alternative terakhir yaitu aku mendapat tugas untuk mengiringi mereka dengan memainkan gitar. Aku memang sosok yang tidak begitu suka dengan publisitas atau unjuk muka. Makanya aku mati – matian untuk menolaknya. Namun akhirnya aku tidak bisa menolak lagi selain menggunakan aku sebagai additional personil. Itulah mengapa aku membuat kata tersebut sebagai status message ku.
Atas nama Allah, kutulis puisi sebait ini
Di sebuah batang pohon yang kosong
Hari itu aku harus masuk pagi. Pagi - pagi sekali aku sudah bangun dan mandi. Setelah selesai sarapan pagi dan memakai jaket serta sepatu, aku berjalan ke garasi dan mengeluarkan sepeda motor. Tak lupa ku pakai helm. Setelah menghidupkan sepeda motor, aku mendorong melewati pagar dan duduk diatas sepeda motor dengan maksud untuk memanaskan sepeda motor. Tiba - tiba saja Hp ku berbunyi. Ada sms yang masuk, dari siapa ya.. yang sudah mengirim sms sepagi ini. Kuambil ponsel dari kantong celana, dan kubaca. Ah.. ternyata dari abang ku yang di kampung. "Kak Wina sudah masuk ruang operasi, doakan supaya lancar" begitu ini pesan singkat yang dikirim abangku. Tapi fikir panjang langsung kutekan tombol - tombol ponsel untuk menghubungi dia, sesaat panggilanku sudah tersambung. Tersengar suara abangku "Assalamualaikum" kataku.
Tak terasa Bulan Ramadhan akan berakhir sebentar lagi. Tetapi kesedihan dihatiku semakin menjadi saja. Teringat akan kisah lalu yang sulit untuk dilupakan. Betapa manusia sekotor dan senista diriku tetap saja tak berubah dari dulu. Merasa semua yang ada sekarang pasti akan didapat di masa - masa berikutnya. Dari tahun ketahun selalu saja membuat kesalahan yang sama. "Oh....diri, apakah kau tahan menerima azab-Nya sehingga bersombong dan berlagak kuat dan mampu menahan semuanya". Ketika takbir berkumandang mengapa matamu berlinang, kenapa hatimu menjadi syahdu, mengapa diri membisu, mengapa tubuhmu menjadi layu? "Beraninya kau menikmati semuanya, beraninya kau menenggadahkan wajahmu, berani kau berujar..." padahal hanya beberapa kali saja kau duduk, hanya beberapa kali saja kau dalam waktu yang panjang teringat. Oh....wahai jiwa yang kotor, fikiran yang buruk...betapa hinanya diri.
Created 20 Feb 2002 Kamis, 16.45PM